Tentang BTA45

Testimoni

Legitimasi Nganggur Setahun

Hai

Kenalin, nama gue Anindhita Kusuma Dyah Putri Soekowati. I go by my first name Anindhita. Gue mahasiswa Fakultas Kedokteran tersuper di Indonesia a.k.a FKUI di Depok. You can call me veteran, since gue lulus tahun 2014 kemarin and took a gap year, alias nganggur setahun, dan alhamdulillah-nya secara KEBETULAN diterima disini.

Gue lagi pengen banget nulis dan gue pengen berkontribusi lebih buat negara ini, but to change the world you gotta change yourself first right? Gue pengen ngubah mindset temen2 yang kebetulan baca ini bahwa taking a gap year in Indonesia is a bad thing. Infact, it is NOT. Yes, I still struggle disini, di FKUI yang model belajarnya mashaAllah adaptasinya :”). Yes, gue masih tetap bersikap kekanak-kanakan sometimesYes, by taking a gap year it doesn’t change much things. BUT, taking a gap year is one of the best decision I’ve ever madeKarena once again, the change you need to make starts from yourself.

Gue pas baru lulus SMAdeep inside my heart, gue tau kalo mentally gue gak siap kuliah, baik secara akademis maupun non-akademis. Say what? anak aksel 2x yang gak punya kehidupan eksternal karena masalah-masalah that lingers pas gue SMA.... Gue emang lenje, gue akuin itu. Banyak kok anak aksel lainnya yang survive, kenapa gue gak bisa? And I asked myself the same thing for the past one year. Gue pas SMA gak jago komunikasi, sangat-sangat childish that it bothers my colleagues, sangat-sangat pendek pikiran, dan belum punya IDEALISME.Then, gue ambil gap year and to be honest it all starts with tears, much tears. Pernah sembab mata sampe kaya bengkak gitu? Gue pernah. Semua gara-gara gue gak terima keadaan. Dan yang kasihan bukan gue, tapi orang tua gue. They felt as much pain as I do (even more). Apalagi emak gue, Doi ibu rumah tangga yang berusaha melakukan apa aja biar gue sukses dan bahagia kelak, tapi malahan, gue nangis-nangis cuman gara-gara gak keterima di universitas pada saat itu.

Gue mulai tahun nganggur gue dengan travelling, lalu bimbel di BTA 45. Funny story, waktu gue mulai BTA 45, mereka ngadain yang namanya placement test. In that time, when I was at my lowest, gue udah pesimis kalo gue bakal dapet kelas A yang isinya pinter-pinter semua. Kalo gue dapet kelas A ngapain gue ngulang coba? but infact, I do got the class A, and starting from there, I regain my confidence.

Awal-awal gue BTA 45, gue nyambi ngajar di Kumon tempat gue menimba ilmu for the past eight years, a great way to repay your sadness I got to say. Di Kumon, gue ketemu berbagai macam kepribadain dan kultur. Mulai dari murid gue yang umurnya around six years old kelas satu SD yang masih hidup dalam dunianya sendiri yang tampaknya sangat menyenangkan, murid yang memiliki penyakit autisme, murid kelas 3 SD yang SUPER GANTENG BANGET dari Afrika Selatan, murid kelas 3 SMP sekolah internasional yang udah serasa temen (even though he’s Indonesian, he doesn’t speak Bahasa at all) yang sering curhat ke gue dan bisa dicurhatin juga, dan sampe ada juga temen deket yang jadi murid (once) kelas 3 SMA. Disitu, right there, exactly there, guemerefleksikan diri. Mungkin lebay, tapi gue rasanya kaya ada di time machine, melihat gue dari pertama masuk Kumon, masih lugu dan sangat bahagia sampe pas udah mau lulus, udah gak lugu dan banyak masalah. How I never see life through other’s perspective and always putting my problem as other’s first priority. How selfish I was (and still am). Disitu, dibalik meja guru gue, gue tau, semua orang punya cerita yang harus diperjuangkan.And man.... cerita gue gak bakal selesai cuman gara-gara gue gak dapet kuliah tahun 2014 kan? So, I pray and I learn. Gap year mengajak gue gak hanya untuk belajar materi SBMPTN, IUP Medicine UGM dan SIMAK, tapi juga belajar hidup. Contohnya adalah, gagal itu wajar. Jadi manusia kita akan banyak gagalnya. Kegagalan-kegagalan itu yang membuat keberhasilan itu berarti. Kalau kita berhasil mulu? Lama-lama hampa juga kan keberhasilan rasanya? Gue belajar bahwa yang penting itu adalah bangkit dari rasa kecewa itu, dan menjadikan itu pacuan buat lo untuk berhasil.

Saat gue ambil gap year, I also happened to reconnect with a lot of my old and maybe forgotten friends, along with that, gue juga ketemu temen baru. Dengan diversity yang sangat luas, gue belajar, kalo setiap insan di bumi itu punya idealisme. Lepas dari kehidupan SMA, lo bakal ketemu banyak orang; orang yang rajin gilak hidupnya buat belajar doang, orang yang visioner, orang yang yolo (you only live once) tapi pengen nyenengin orang tua, orang yang ingin jatuh cinta, orang yang akan buat lo jatuh cinta, orang yang make obat-obatan terlarang tapi baik banget asli, orang yang mengajak lo mengikuti liku hidupnya, orang yang mencari nafkah lewat kesenangannya (best thing evur), an LGBT, orang yang agnostik or even atheist but ended up to be your best friend, dan banyak lainnya. Ketemu orang-orang ini, sumpah, menuntun gue untuk menemukan idealisme gue.More than that, my purpose and way to live; karena, dalam pandangan gue, idealisme itu tempat lo bersandar ketika lo sedang teguncang. Idealisme itu penting, dan gue bersyukur gue sudah menemukan idealisme gue sebelum kuliah. It makes me the person I am now, not perfect, but know where to stand, and know how to stand tall.

Balik lagi, selesai ngajar Kumon, gue pergi ke Jogja, les disana buat IUP international UGM (which gue gak keterima wkwk), dan....... disana gue jatuh cinta. Jatuh cinta? yes. Sama Jogja itu sendiri. It allows you to have a clean start and forget all the things behind. Saat itu, gue sangat butuh a clean start. Jogja adalah tempat terindah lah pokoknya, you should try to go there guys! It is rich of culture, people, and FOOD. Gue ketemu salah satu orang paling pekerja keras di Jogja dan orang yang paling SABAR dan KUAT hatinya, yang sekarang both jadibest friend gue. Di Jogja, bikin temen disana nggak susah. Kenapa? karena orang-orang yang berada di Jogja adalah orang yang super open minded dan willing to share, hal itu juga yang ngajarin gue untuk menerima orang lain apa adanya, bukan ada apanya. Because in the end, lo akan menemukan kelebihan-kelebihan orang lain saat lo mau melihat dia tanpa melihat embel-embel harta, universitas, darah, atau pun powerYou’ll see it when you see them just the way they are, and that is what I’m trying to imply myselfAnd all those things I gain saat gue ambil gap year membuat gue siap menghadapi kuliah. And it’s true, as I believe it is part of God’s plan.

At the end of the year, Tuhan memberikan gue kesempatan untuk jadi bagian dari universitas yang gue bayangin aja nggak. Tuhan memberi gue kesempatan untuk berkembang dan berkontribusi di tempat yang tepat pada saat yang tepat, saat gue siap. Harapan gue, gue menjadi orang yang tepat juga karena berada di kondisi yang tepat.

SO you see,

taking a gap year is not a bad thing at all, it actually is a great thing (at least buat gue). Buat kalian di luar sana yang lagi ambil gap year or thinking to take a gap year, don’t be shy. Jangan malu sama sekali! go ahead, take that giant step! Ngambil keputusan seperti ambil gap year (buat gue) adalah keputusan yang berat, but hey! Later in life, there will be a lot of other choices you have to make, why don’t you start now? Kalo lo masih ragu juga, diskusiin hal ini sama keluarga lo atau sama guru sekolah lo yang bisa lo percaya. Sungkan? nanya gue juga gapapa, contact me via email at dyahsoekowati@gmail.com, I would be glad to help! Pokoknya, just be confident with who you are, and just be happy; karena kebahagiaan adalah anugerah Tuhan paling indah. Tapi jangan lupa, pikirin semua keputusan lo dengan matang, pikirin juga konsekuensinya. Choices come with their consequences and you are the one who get to decide.

I’ve said much already, semoga pembaca gak males bacanya dan ada faedahnya buat temen-temen semua:)

Regards,

Anindhita Soekowati

Sumber : http://dyahsoekowati.blogspot.co.id/2015/12/legitimasi-nganggur-setahun.html

 

Perjalanan Panjang Menuju FKUI

Akhirnya ada inspirasi juga buat ngepost. Udah dari kemaren-kemaren sih mau nulis ini, tapi lupa terus. Kali ini aku mau cerita seputar perjalanan panjang aku menuju Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Selamat membaca!!!

 

Aku mutusin buat ngejadiin FKUI sebagai tempat aku belajar untuk merajut masa depan alias benang kehidupan *tsaah* sejak kelas XI semester 1 akhir. Kelas XI semester 2 mulai cari-cari bimbel, banyak pilihan sih ada BTA, Inten, Primamedika, GO, SSC, dll. Tadinya mau Primamedika, rada tertarik gara-gara cerita temen katanya banyak yang diterima FKUI dari situ. Terus cari-cari info Primamedika. Udah dapet, tapi masih bingung. Sekitar awal Maret apa April 2010 gitu BTA buka pendaftaran, ya udah daftar BTA dulu aja.

 

Masuk kelas XII, udah mulai ngulang-ngulang pelajaran kelas X sama XI yang udah bener-bener di awang-awang, ga ngerti apa-apaan, pokoknya blank banget deh. Pas minggu awal kelas XII, hari minggunya langsung ke toko buku, beli berbagai macam buku yang lumayan penting buat nguasain dasar-dasar pelajaran kelas X-XII. Nih bukunya :


1.Tips n Trik

 

Yeah, ini buku bener-bener must have banget buat bantu nguasain dasar-dasar pelajaran. Aku punyanya yang Fisika, Matematika, Kimia sama Bahasa Indonesia. Buat contoh kasi fotonya yang Matematika aja ya. Ini buku emang susah banget dicari di kebanyakan toko buku. Aku beli bukunya di Gramedia Depok itu juga tinggal dikit gitu stok nya. Di Eureka juga biasanya ada sih. Menurut aku, buku ini asik buat dibaca berkali-kali, soal latihan sama contohnya juga ga 'serem'. Pokoknya mantep lah ni buku (Y)


2. Rangkuman Biologi SMA
 

 

Salah seorang temen aku bilang buku ini isinya 'kosong' banget. Iya sih emang kosong banget, wong plantae aja kagak ada, adanya cuma siklus lumut paku blablabla. Tapi ni buku bener-bener asik banget buat para 'pemula'. Pemula yang aku maksud disini adalah, anak kelas XII yang udah lupa sama semua pelajaran kelas X & XI, dan ingin belajar lagi. Dan buat yang udah jago, ni buku juga bermanfaat buat nginget-nginget hal kecil yang sering dilupain *tsaah*.

 

3. Buku Bahasa Indonesia BTA

 

Sorry, no pic. Buat yang anak BTA Group (kecuali BTA abal-abal) pasti dapet ni buku. Buat anak luar ya, cari sendiri, fotokopi temen kek apa kek pokoknya dapet :p . Ni buku bener-bener asik buat dibaca sampe berulang-ulang. Dan itu lumayan ngefek ke kemampuan berbahasa Indonesia aku selanjutnya*walaupun ilmunya rada nguap pas SNMPTN gara-gara soalnya kaya koran*.

 

Ikut tes (buat iseng, uji nyali, kemampuan dan latihan) :

USM ITB, milih STEI, FTI, FTTM (3 jurusan yang dimataku paling susah ditembus di ITB)
UM UGM, milih FK UGM

SMUP, milih FK UNPAD

dan UM UM lainnya, milih FK semua, buat patokan paling susah aja :P

 

 

Jalur masuk PTN pun berubah lagi. Awal Februari pendaftaran SNMPTN Undangan Perkimpoian sekaligus malam pertama kedua mempelai dibuka, dan aku harus nyiapin berkas rapor karena aku ikut undangan. Dari awal sebenernya udah pesimis, nilai ancur-ancuran, rapor belang gara-gara pindahan, rasa ga pengen ikut, tapi tetep aja disuruh nyoba untuk ikut, ya udah lah aku ikut, daripada kena marah mama.

 

Dan SNMPTN undangan itu, ga taunya daftar ulangnya barengan SNMPTN tertulis. Ya udah aku pilih 1 aja deh, biarpun seluruh dunia sebenernya pada nentang, berantem sama mama gara-gara maunya cuma FKUI, ga mau FKUGM atau FK lain. Tapi apa boleh buat lah, daripada diterima di pilihan kedua tapi ga ikhlas. Saya memilih FKUI :)

 

Maret udah mulai sibuk sama persiapan UN, dan April UN tiba. Tentang UN selengkapnya bisa dilihatdisini. UN kelar, fokus lagi buat belajar SNMPTN, intensif, intensif, intensif di 2 bimbel. Setiap hari diisi dengan belajar dan terus belajar. Blog ini sampe dikorbanin. Yang biasanya sebulan ngepost>10, sekarang cuma bisa diitung dengan jari. 

 

Sampai hari yang waktu itu sangat aku tunggu-tunggu tiba, 18 Mei 2011. Pengumuman SNMPTN Undangan, dan hasilnya adalah :

 

Maaf, Anda belum berhasil dalam seleksi SNMPTN Jalur Undangan 2011.

 

Selengkapnya baca disini. Sempet galau sih untuk beberapa hari kedepan. Aku kira bimbel bakal sepi, suasana jadi hambar dll. Ga taunya, banyak temen yang senasib. Jadinya kita semua tambah semangat buat ngadepin SNMPTN tertulis. Langsung move on, belajar lagi, ngejor lagi, pokoknya semangat yang membara itu muncul lagi lah sampe tanggal 31. 

 

31 Mei 2011. Ujian SNMPTN 2011. Aku ga mau cerita banyak tentang ini, yang jelas soalnya ya begitulah. Tips buat semuanya, jangan tidur terlalu malem, jangan banyak belajar H-1 (dan saya melakukan ini, dikiranya soal SNMPTN bakalan sama kaya soal bimbel), minta restu orang tua, jangan lupa sarapan dan berdoa sebelum tes.
 

Beberapa hari setelah SNMPTN, aku ngitung skor aku sendiri. Dan hasilnya, tinggi sih, lebih tinggi dari nilai TO bimbel yang biasanya aku ikutin. Tapi, ga nyampe PG nya. Sempet nangis, down sampe 2 minggu, semangat buat SIMAK udah abis. Tapi, 2 minggu sebelum pengumuman, aku jadi biasa aja. Pokoknya sabar-sabar aja menanti 29 Juni itu. Ga ada perasaan apa-apa, cuma banyakin ibadah dan belajar buat SIMAK. H-3 2 1 juga biasa aja. Cuma berharap yang terbaik dari Allah. Dan ternyata yang saya dapat di tanggal 29........................alhamdulillah, Allah kasih yang terbaik buat aku. Selengkapnyadisini. 

 

Ok, sekian postingan tentang perjuangan saya kali ini. Intinya, jangan pernah ragu sama kuasa Allah. Jangan lupa banyak doa dan usaha. Percayalah, setiap orang punya hokinya masing-masing, dan letak hokinya itu beda-beda. Banyak temen aku yang biasa-biasa aja, tapi tembus di jurusan-jurusan dewa. Sebaliknya, beberapa temenku yang 'dewa', malah dapetnya jurusan yang dipandang orang biasa banget. Aku juga bersyukur, 8 2011 banyak yang diterima di perguruan tinggi, udah 96,05% loh, semoga nanti bisa nyampe 100% amin ya robbal alamin. Sekian dulu ya, bye!!! :*

Sumber : http://a-story-bout-me.blogspotco.id/2011/7/perjalanan-panjang-menuju-fkui.html

 

 

<div style="\\\\\\\\&quot;background:#eee;border:1px" solid="" #ccc;padding:5px="" 10px;\\\\\\\\"="">

 

TIPS: SUSAH NGGA SIH MASUK UI

Pertanyaan yang belakangan ini rentan dihadapi oleh anak-anak UI oleh para penggalau PTN kelas 3 SMA hahaha. Oke dulu gue juga galau gini sih sampe nanyain kakak-kakak kelas soal jurusan-jurusan yang sesuai dengan gue. Di sini gue mau ngasih tips, trik, dan gambaran buat lo lo semua yang pengen tau musti gimana biar bisa masuk ke kampus perjuangan. Jadi lo lo semua musti nyimak ini. *kibas jilbab* *ala Marshanda*

Oke ini sebenernya tips en trik masuk PT yang lo inginkan sih ya, sebenernya semua sama aja cuma judulnya pake UI karena orang-orang nanyanya ya tentang UI ke gue. Masa nanya tentang ITB padahal gue bukan anak ITB -_-  Mumpung masih fresh di otak nih baru dua bulan yang lalu haha oke, SIMAK yuk!

1. PERTAMA DAN UTAMA, tentuin tujuan lo. Oke mungkin semua adek kelas gue udah capek gue teriakin ginian di telinga mereka tapi serius, kenali diri lo dan tau apa yang lo mau. Udah mau kuliah lho, udah gede hehe. Yang penting sebenernya bukan apakah elo jodoh sama jurusan itu apa enggak, tapi seberapa kuat keinginan lo akan jurusan itu menggerakkan lo untuk belajar. Cita-cita bisa berubah kok. Satu hal, gak usah takut untuk mengakui apa yang lo pengenin. Banyak orang, rata-rata malah yang pinter banget, yang paling bingung sebenernya dia pengen apa. 

Waktu gue ikut ESQ sih, katanya cara yang paling gampang untuk nentuin apa yang lo suka adalah cari hal yang bikin lo lupa waktu melakukannya. Yang positif ya. Kalo menurut gue sih, kalo ada orang nanya lo "Pengen masuk apa?", dan hal yang segera terlintas di otak lo (meski lo suka ga nyadar) adalah hal yang sebenernya lo pengenin. Sebenernya, lo bohong kalo lo bilang ga tau mau pengen apa. Go consult a psychologist, atau cara paling simpel ya dengan cara yang barusan gue kasih tau. Alam bawah sadar kita menyimpan lebih banyak tentang diri kita ketimbang alam sadar kita.

Terus satu lagi, jangan terlalu addicted sama jurusan itu. Timbang minat lo, cari dan pilih hal yang mirip-mirip sama pilihan pertama lo itu dan lo juga suka. Contoh, teman gue yang gagal masuk FK rata-rata masuk Farmasi atau Bioproses. Dari Akuntansi bisa ke Administrasi juga kok ada pelajaran Akunnya. Be realistic that tons of people fight for one seat of the favorite faculty so make sure you've anticipated this. Jangan lihat jurusan dari passing gradenya. Kenali jurusannya, tanya senior-seniornya, lihat apa yang dipelajari di sana dan prospek ke depannya.


Banyak orang jenius yang akhirnya harus galau milih antara STEI ITB dan FKUI, misalnya, to whom I feel sorry :p Sebenernya kan teknik sama kedokteran itu disiplin ilmunya beda jauh ya, tapi susah kalo lo mengikutsertakan pengetahuan tentang passing grade itu ke otak lo sih. Kalo lo tau apa yang lo pengenin, semua akan terasa mantep sih. Terkadang enak jadi orang dodong macam gue yang ga musti galau akut kaya gitu hahaha.


2. Kejar jurusannya, bukan universitasnya. Banyak banget temen gue pengen masuk ITB, tapi begitu gue tanya "Mau fakultas apa?" mereka malah nggak tau. Akhirnya? Mereka baru tau mau masuk apa pas semester 2, dan menyia-nyiakan semester 1 yang sangat berharga untuk mencari segala informasi mengenai jurusan yang mau mereka ambil. Fyi, gue udah tau kok mau masuk apa dari gue kelas 2 SMA awal. Malah kebanyakan. Hahaha.


Kalo lo dari Bandung dan orang tua lo susah membiayai lo kalo lo masuk UI (buat ngekos dll), masuklah Unpad atau apapun yang deket. Dengan jurusan yang lo mau. Mimpikan jurusannya bukan universitasnya. Kalo universitas, pikirkan mana yang paling efisien dan win-win solution lah pokoknya. Kalo gue sih pengen masuk UI dulu gara-gara pengen masuk "salah satu UKM-nya" hehehe, dan untunglah gue juga orang Jakarta jadi ga terlalu jauh.


Anyway, gue sangat super salut sama temen-temen gue yang ngejar FK sampe ke Bali dll. They really deserve a standing ovation for striving their truest passion :)


3. BELAJAR!!! Apa lagi? Cara belajar orang sih beda-beda, tapi kalo gue dulu les di BTA 45 *promosi ehem* karena gue orangnya ga disiplin kalo belajar sendiri, musti dicambuk istilahnya, hahaha. Kelebihan les, menurut gue, adalah lo belajarnya dijamin teratur dan lo bergabung dengan anak-anak sekolah lain yang bisa jadi gambaran saingan lo pas ujian nanti. Dengan try out yang rutin dan semacamnya bisa jadi gambaran jelas mengenai kelebihan dan kekurangan lo.


Tapi kalo lo bisa belajar sendiri gak papa, asal saran gue tetep rajin ikutin try out yang akbar itu loh. Disiplin dan punya niat, itu aja sih.


Saran sedikit dari gue, tapi mungkin ga applicable ke semua orang sih:
*Matdas: Rajin latihan. Hafalin rumus. Bikin target, sehari berapa soal. Terus coba kerjain soal-soal tahun-tahun sebelumnya dan lihat lo bisa berapa soal, dan materi apa aja yang belom lo kuasai. Gue ga menyarankan kalian ngabisin waktu buat Matdas kalo ga bisa sih. Cukup lihat materi mana aja yang kira-kira bisa dikuasain dan kuasai itu. Materi macam logika, deret, dimensi 3, logaritma sama pangkat-pangkat itu biasanya cuma aplikasiin rumus yang musti lo hafal aja (Confession: gue sampe sekarang ga ngerti apapun soal grafik-grafik kuadrat itu tau ga haha). Oke gue hanya membuat itu terlihat gampang biar kalian semua relax soalnya Matdas itu yang paling ditakuti hahaha. Oh iya buat Matdas, teliti lagi soal yang terlihat susah dan mustahil dikerjakan, terus coba-coba. Pas hari H SIMAK, pas buka soal, gue langsung $#@~*(^*!!!! Kayanya ga bisa satupun. Akhirnya gue telusuri satu-satu, in the end bisa ngerjain 9 soal (yang gue pikir dikit, ternyata malah banyak anak yang ga ngerjain 1 soal Matdas pun saking susahnya). Tips terakhir, disarankan dipake kalo udah desperet dan waktu masih banyak: coba masukin angka di pilihannya satu-satu ke soalnya.


*Bahasa Indonesia: Hafalin penggunaan koma, kata baku, kalimat baku, de el el. Lo ga usah ngerti kenapa musti pake koma pas ini dan ga pas itu, cukup aplikasiin ke soal, oke. Cara baca teks: skimming, baca kalimat pertama di tiap paragraf SAJA kalo yang ditanya ide pokok.


*Bahasa Inggris: Liat kelebihan lo di mana. Gue sangat kurang di reading makanya gue me-longlive-kan soal-soal grammar. Jarang banget ada orang yang bisa reading DAN grammar. Cari tau lo lebih bisa di mana, dan maksimalkan itu. Liat dulu pertanyaannya baru liat bacaannya. Yang agak ribet di soal-soal reading sih biasanya jawaban dan kalimat yang dimaksud di dalam teks beda kata-kata tapi artinya sama. Jadi yah, untung-untungan deh. Udah ga sempet sekarang nambah-nambahin vocabularies etc. Jangan ngabis-ngabisin waktu bacain semua teks.

*TPA: Rajin latihan! Cari tau gimana cara mecahin soal-soal logika. Matematikanya biasanya gampang kok, asal jangan bikin kesalahan kecil aja. Yang gambar juga biasanya gampang. Golddig this, jadikan ini sebagai tambang nilai. Bobot TPA 30%, lo dapet 20% dari TPA aja udah bagus banget.


*Kemampuan Prediksi IPA / IPS: Cuma satu kata: HAFALIN. Semuanya. Paham doang ga cukup, ntar di soalnya bakal ditanya detail. Satu kata, Nak, hanya satu kata: HAFALIN. *kibas jubah putih* *elus-elus janggut berkutu*




4. Persiapan. Kalo bisa, masalah-masalah sepele kaya pensil, penghapus, fotokopi ijazah, kartu peserta dll itu mending maksimal 3 hari sebelum ujian udah disiapin di satu tas yang tinggal dibawa, biar ga lupa. Soalnya kalo H-1 baru nyari-nyari dan ga nemu justru bikin stres yang bakal bikin performa lo turun besoknya *semacam bola ya, performa*

Jangan lupa persiapan mental. Dan kesehatan. Makan yang teratur, banyakin sayur, susu, vitamin. Klo hari H sakit tuh ga enak banget loh.


5. DOA. Minta restu orang tua dan orang-orang sekitar. Yaaa klise sih tapi itu bikin kita jadi tenang loh.




Oh iya terus pas hari H, usahakan jangan datang telat. Kalo bisa sejam dua jam sebelum tes mulai biar ga deg-degan dan bisa belajar santai. H-1 ujian usahakan udah cari lokasi ujian. Sisanya, pasrah, serahkan sama yang di atas, dan mulai belajar lagi untuk ujian selanjutnya :)



Sekedar sharing ya, gue dulu bukan anak yang oke kok di kelas. Ranking jelek banget. Nilai ancur. Di saat semua anak rebutan angkat tangan buat jawab pertanyaan gue mah nyante aja, paling sok-sok ikut angkat tangan pas semua udah angkat tangan biar gurunya liat gue ada niat jawab, padahal mah ga tau apa-apa :p Dan gue kelas 3 masih turun lomba LIMA KALI.


But why did I still manage to pass the admission test? Yaaa meskipun gue suram di kelas, tapi toh gue semester 2 bener-bener berubah. Sebulan sebelum SNMPTN, gue bener-bener yang namanya ke BTA tanpa bolos, ikutin itu tambahan semuanya ga pake alasan capek atau apapun. Yang namanya capek bakalan lenyap kalo lo mikir mimpi-mimpi lo. Pas sebelum berangkat BTA ataupun malem sepulang dari BTA gue kerjain tu soal-soal dan hafalin materi-materi. No excuse pokoknya hidup gue belajar dari pagi sampe malam. Dan gue serius soal ini.


Buat kalian yang ngerasa ga pede dengan mimpinya lantaran ngerasa "bodoh", satu hal, buat ujian-ujian masuk univ ini (mengutip kata-kata temen gue, Dianty) "semua orang startnya sama." Bukan berarti yang pinter lebih di depan. Temen gue ada yang ranking terakhir di kelasnya tapi masuk Akun reguler UI. Kok bisa? Karena pinter ga jamin lo masuk PT. Yang penting niat, doa, dan disiplin.

Jadi, "Susah ga sih, Kak, masuk UI?"

Kita nggak tau dan nggak akan pernah tau. Masa depan masih blur. Dan yang bisa lo perbuat sekarang adalah membuat hal yang tidak pasti itu menjadi pasti.

Sumber : http://perjuangan-meraih-ptn-terbaik.blogspot.co.id/2012/07/tips-susah-ngga-sih-masuk-ui.html

 

BTA

Gw pengen ngepost emang dari lama tentang rumah kedua gw selama beberapa bulan terakhir masa2 SMA gw. Di blog ini juga udah sering disebut kan ya haha.

Gue menetapkan hati untuk memilih BTA 45 Tebet untuk tempat bimbel, ya seperti kalian ketahui kelas 3 tanpa bimbel bagaikan sayur tanpa garam *kenapa jadi dangdut ya* yaudah akhirnya daftar dan segala macem. Bedanya mungkin dari orang2 gw cuma memilih 1 bimbel aja, karena banyak temen gw yg lain yang bimbelnya 2 bahkan 3 padahal pada pinter2, entah gw yg terlalu males atau gimana gw sih mikirnya 1 bimbel aja cukup, kapan istirahatnya bimbel banyak2, lagian duitnya jg kasian papi mami harus ngeluarin uang lagi walaupun gw tau mereka ga keberatan demi anak gadisnya *unyuu*.

Pertama2 gw dapet kelas di Baritone terus masuknya senin-rabu, isinya anak 8 semua ada gw, faridah, firky, ikhsan dll deh. Semester 2 diacak terus gw dapetnya Baritone lagi, pas intensif diacak lagi gw dapet Alto siang tapi gw pindah ke lain hati buat fokus ips jd kelas gw alpha siang deh. Bta ada 4 gedung fyi, gedung 50 nama2 kelasnya itu alto baritone tenor dll, bta 45 1 2 3 4 dst, bta 53 merkurius mars venus dsb dan bta 55 alpha beta gamma dkk.

Terus yang paling serunya adalah gw ikutan ipc! Dan kelas ipc itu bagaikan oase di hamparan padang pasir. Setelah jenuh dengan ipa ipa ipa dan ngitung2 saatnya bersenang2 di hari sabtu. Terus anak 8nya di satuin gitu kelasnya dan anak2 ipc super asik2, lawak banget kelasnya, kalo gamasuk ipc tuh rasanya ada yang kurang gitu deh, suplemen kebahagiaan. Sayangnya pas smt 2 ada yang kepisah gitu tapi kita lebih sering gabung jadi 1 kelas, dan walaupun penghuninya datang dan pergi karena ada yang milih buat fokus aja gamau mendua. Kayaknya bakal panjang banget bahas ipc jd intinya ini kelas paling asik :D

Adalagi geng tambahan, yang paling sering minta tambahan sih Ato manusia terajin BTA abad ini hahaha. Terus Ato ga lengkap kalo tanpa Golda, walaupun mereka kalo ketemu bakal ribut tapi justru keributannya itu yang bikin seru, dimana gw sama Fadhel cuma bisa geleng2 ga paham atau berkhayal suatu hari mereka bakal nikah saking ga akurnya haha. Adalagi additionalnya sih si couple hanif idah, dan hanif paling suka ngomporin buat cabut tambahan ckck. Tapi ya kalo gw tambahan ya sama mereka2 ini seringnya, kita bisa BTA hampir tiap hari (apalagi Ato) dan minta tambahan ampe malem. Kakak favorit kita ka pupu kimia karena dia suka galau gara2 Ato yang mirip someone yang ngaku2 bernama Vincent, jadinya bisa abus d cengin haha. Oiya kalo mau cabut nyari makan gitu disaat bosen BTA juga seringnya nih sama manusia2 ini.

Terus ada beberapa tokoh nih yang mewarnai hari2 gw di BTA, yang pertama artisnya Tika sebut saja si Piip, ini orang tingkahnya lucu dan suaranya toa banget, Tika pernah jadi dubbernya hahaha. Terus tingkah si piip ini jadi sering kita perhatikan karena mengundang tawa. Yang kedua ada oknum C, kalo yang ini omongannya gw sama Ainun Rie, dia mendapat perhatian karena suaranya juga yang cempreng dan tingkahnya yang annoying, terys adalagi couple yang cowoknya tinggi banget dan muka ceweknya gapernah senyum kalo ga lagi nangis ya lagi marah2 ke cowoknya tapi cowoknya tampak begitu sabar ngeladenin si cewek. Maaf ya untuk manusia2 di atas karena sering gw omongin tapi makasih lho membuat gw seperti nonton sinetron di kehidupan nyata dan mewarnai hari2 gw walaupun kita ga kenal, haha.

Kalo binglas sama guru2nya gw ngerasa entah anak 8 yang terlalu ansos atau gimana tapi rata2 mereka deket sama anak2 BTA lain kecuali anak2 8 nya, atau gw aja kali yg terlalu ansos haha gatau juga deh. Tapi guru yg deket paling ka pupu, ka ayu yang suka ngasih tambahan, kalo binglas ka Dadi itu juga gara2 plurk hehehe.

Banyak banget hari2 yang gw lewatin di BTA, waktu sumatif orang2 pada gamasuk gue malah di BTA dari siang ampe malem, mengulik2 sedikit ilmu dari pembimbing2 disana, dan bta pas sepi enak lho hehe, abis kan gw mikirnya daripada di rumah ga bakal belajar juga mending bta deh bisa belajar, karena gimana ya disana hawanya emang untuk belajar, bahkan bokap nyokap gue aja ampe kasian gw pulang malem mulu, di rumah cuma numpang tidur, kebanyakan waktu ya di bta, padahal gwnya seneng2 aja tuh. Kalo ada yg nanya ngapain bta tiap hari gw bilang biar bta cepet bosen dan tanggal 18 mei (baca: pengumuman undangan) gw udah diusir dari sini (baca: keterima) and thank God it did work kehkehkeh. Oh ya bahkan binglas ada yang bilang "lho kok lo lagi lo lagi" pas ngeliat gue, huahaha.

What else pengalaman berkesan? Yah tanggal 1 Desember 2010 lah di ruang 4, kenapa masih inget ya, namanya juga berkesan gimana enggak coba hidup gue berubah kayaknya abis kejadian itu ckckck. Hahaha. But after all gw bersyukur pernah jadi bagian dari bta 45 dan gatau harus terimakasih gimana sama kakak2nya yang udah bisa ngebantu gue berhasil di uan dan snmptn (undangan is snmptn still). Terus makasih juga teman2 seperjuangan, semoga kalian sukses selalu :)

 Sumber : http://reiiputt.blogspot.co.id/2011/06/bta.html

 

 

TESTIMONIAL SISWA BTA 45 ANGKATAN 2016

 

 

Terimakasih BTA Alhamdulillah SBM dan SIMAK saya tidak lulus dua-duanya tapi untungnya BTA ada tambahan buat SIMAK Internasional dan saya cuman bolos kelasnya cuman sekali jadi keterima di FKUI Internasional 2016. Thanks BTA!
Muhammad Izehaga mizehagam@gmail.com

 

Nida Ghitha Aulia alumni SMA 8 2016. Terimakasih BTA yang udah memberi wadah para pejuang PTN untuk giat belajar dengan guru-guru yang pintar, soal2 sulit, dan metode pembelajaran yang baik. Walaupun baru masuk BTA disemester ke dua kelas 12, namun BTA telah membantuku untuk masuk di FKUI. Dengan adanya tryout rutin, membuat saya lebih dapat belajar dari hasil nilai TO dan meningkatkan belajar saya lagi. Bedankt BTA!
Nida Ghitha Aulia <nidaghithaaulia@gmail.com>

 

 

makasi banyak buat bta45! aku jadi banyak latihan soal terutama menjelang UN dan SBMPTN. asik banget di bta45 bisa belajar sambil dapet temen-temen baru. lingkungannya yang kondusif juga enak buat belajar. seneng banget sekarang bisa keterima di PTN yang aku pengen.

 

semangat buat temen-temen yang lagi berjuang sekarang! ditunggu kabar baiknya keterima di PTN sesuai keinginan masing-masing yaa. jangan putus asa dan jangan lupa berdoa! tiap kerja keras pasti ada hasil yang memuaskan:)
Klaudia Yoana <klaudiayoana18@gmail.com>

 

 

bta45 tempat belabor yang ask dan kondusif, kakak-kakak pengajarnya baik, sabar, dan jelas dalam menjelaskan materi sampan semua muridnya mungerti 
natasha christabella <natashachrtbl@gmail.com>

 

haloo! menurut akuu belajar di BTA tuh seru bgt sihh krn guru2nya enaak dan tempat belajarnya juga nyaman! (walaupun kadang ACnya kedinginan wkwk). trs TO UN dan SBMPTNnya juga sangat membantu utk persiapan masuk PTN! terimakasih BTA:)

-chairunnisa putri

Chairunnisa Putri chrnsputri@gmail.com

 

Belajar di bimbel BTA 45 bagus dan bermanfaat, soalnya yang ngajar baik, seru, dan pastinya cerdas-cerdas, jadi bisa lebih cepet pahan dan konsep pelajarannya. Selain itu ruang belajarnya juga kondusif buat belajar. Gak salah pilih deh bimbel di BTA 45!
Maulana Naufalino maulananaufalino@gmail.com

 

Hanan Zharifah Wijdan, SMA Insan Cendekia Madani BSD, 2016.
Teknik Sipil UGM 2016.

 

BTA sangat membantu saya dalam memahami pelajaran-pelajaran yang menurut saya cukup sulit dipahami dalam waktu yang cepat, seperti Biologi, Fisika, dan Matematika. Selain itu, lingkungan kelas mulai dari teman-teman hingga gurunya juga sangat mendukung agar belajar tidak menjenuhkan. Try Out dan klinik tiap minggunya juga sangat membantu proses pembelajaran menghadapi SBMPTN.

Hanan Wijdan <hananwijdan@gmail.com>

 

 

Kesan dan pesannya makasih banyak BTA dan kakak-kakak binglas yg udah bantuin dan ngajarin selama belajar di BTA dari persiapan UN sampe intensif PTN yg pulang malem terus tp dpt ilmu banyak. Akhirnya aku lolos jalur mandiri dan diterima di Akuntansi IUP UNDIP

Nisrina Fitrianti nisrinafitrianti@gmail.com

 

 

Terima kasih BTA yang udah ngajar banyak banget soal latihan yang sulitnya bikin mabok. Tapi dengan kaya gitu, ngerjain waktu ujiannya jadi gak kaget dan lebih mudah rasanya! apalagi simak. Gak bakal sia-sia intensif tiap hari dan standby tiap hari, akhirnya lolos.

Muhammad At Thoriq

Ilmu Komputer UI

Thoriq Muhammad thorinick@gmail.com

 

Terima kasih bta 45, metode pembelajarannya ngebantu bgt buat ngelewatin simak ui dan keterima di fhui.

Dennis Sinurat dennis.sinurat@gmail.com

 

Berawal dr rekomendasi orang orang ternyata emang bener bgt sih manfaatnya. Gurunya yang super asik&ga bikin boring di kelas. Apalagi ditambah open class setiap hari yang super duper ngebantu banget (fyi, salah satu yang bikin gue bta almost everyday). Yang awalnya loyo loyo jd semangat terus. Yang super exciting sih pas nunggu pengumuman hasil di BTA. It was really fun! thank you so much BTA. - Aulia Fara Nadhira, Ilmu Komunikasi UI, 2016

 

Aulia Fara Nadhira <auliafaranadhira@gmail.com

 

 

Terima kasih BTA! Pembelajaran sangat asyik, kakak-kakak membimbing kami dengan penuh semangat. Nggak sia-sia dari jam 7 pagi sampai 9 malam untuk mengejar PTN. Nggak nyesel deh, aku akhirnya lolos jalur SIMAK pilihan pertama Psikologi UI


Shafira Oktaviani Putri <shafiraoktaav@gmail.com>

 

 

Vivianisa Nurulita, Univ. Diponegoro Teknologi Hasil Perikanan 2016

Makasih banget buat bta untuk satu tahunnya yang berhasil mengantarkan aku sampe semarang. Di bta kadang dari jam 7 pagi sampe jam 7 malem ampe bosen tp skrg malah suka kangen wkwk. apalagi yang namanya intensif hari minggu aja rasanya kayak hari senin. sukses terus untuk bta!
Vivi Anne <vvanisa@gmail.com>

 

 

Bimbel di BTA tuh menyenangkan banget. Kakak kakaknya punya cara sendiri buat ngajar ke siswa siswanya. Ga jarang juga ngasih trik ngadepin soal untuk tembus sbmptn dan ujian mandiri. Dan alhamdulillah aku bisa keterima di Farmasi Universitas Diponegoro. Makasih BTA45
Rossy Muliani <rsy.muliani@gmail.com>

 

 

Terimakasih BTA45, saya ngerasa bukan keputusan yang salah pas ikut bimbel ini di kelas 2 sma lanjut kelas 3 juga dan berkat bimbingan kakak2 nya sekarang aku bisa diterima di FHUI lewat jalur simak thankyuu bta!
Raehan nico febrian <raehannico@yahoo.com>

 

 

Makasih BTA 45!! Di sini kakak pembimbingnya seru-seru dan ngajarnya enak, kayak belajar sama temen gitu. Terus soal-soal yang biasa buat latihan mirip sama soal SBMPTN-nya ternyata, di BTA 45 kita difasilitasin banget buat berkembang. Gw ga ikut bimbingan lain cuman BTA dan gw alhamdulillah keterima SBMPTN untuk FKUI.
Jason Zacharia <zachariajason8@gmail.com>

 

 

FTMD ITB, tempat belajar yang dahulu ku fikir tidak akan aku raih, hanya sekedar impian yang terlalu jauh untuk dijangkau. Namun sekarang disini aku, berjuang mengikuti derasnya arus pembelajaran. Masuk melalui jalur SNMPTN, seperti keajaiban dunia bagiku. Jelas tak lepas dari bantuan BTA 45 Tebet, yang telah menemani hari2ku dari kelas 11 hingga tercapai lah satu impianku, FTMD ITB 2016

Hasna Afifa hasna210399@gmail.com

 

 

Terima kasih BTA 45. Belajar di BTA 45 membuat saya jadi lebih optimis menjelang SBMPTN & SIMAK UI yang akhirnya membawa saya masuk ke FKG UI lewat jalur SBMPTN. Kelas sore di BTA 45 sangat membantu proses pembelajaran, beban belajar mandiri jadi sangat berkurang, cocok banget deh buat yang susah luangin waktu belajar sendiri.

Marcella Giovanni Gunawan

 

Fakultas Kedokteran Gigi

Universitas Indonesia

2016

 


Marcella Giovanni <marcella.giovanni@hotmail.com>

 

 

Terima kasih BTA! Suasana belajarnya menyenangkan dan santai, sama sekali ngga merasa dipaksa untuk belajar selama BTA. Namun, hasilnya memuaskan banget! Fasilitas belajarnya juga lengkap, mulai dari kelas, stand by teacher, dan intensif yang membuat belajar jadi maksimal, serta soal-soal TO yang berbobot. Alhamdulillah, sekarang sudah diterima di Teknik Industri Universitas Indonesia. Terimakasih sekali lagi BTA!

 

Rizky Alya Putri (Alyaarp)

SMA Negeri 8 Jakarta

Teknik Industri Universitas Indonesia

Alya Rizky Putri rizkyalyaputri@hotmail.com

 

Saya pernah mengikuti beberapa bimbel (murid selundupan) untuk persiapan SBMPTN, menurut saya BTA45 lah yang paling ok sistem pengajarannya. Kakak pengajar wanitanya juga cantik-cantik dan masih muda, jadi makin semangat belajar. Alhamdulillah, karena BTA dapat pilihan pertama di FTSL ITB'16 dehh

Hilman Riza hilmanrizaam@gmail.com

 

Saya belajar IPA di BTA sampai menjelang Ujian Nasional, dan puji Tuhan nilai ujian nasional saya cukup baik. Setelah ujian nasional, saya belajar intesif IPS dengan guru-guru yang mengajar dengan sabar semua dari 0 hingga akhirnya saya diterima di Universitas Indonesia melalui jalur SIMAK UI jurusan yang juga saya impikan, Psikologi. Terima Kasih BTA!

Filla Delfia feefillafifi@gmail.com

 

Ga rugi belajar di bta45, materi disampaikan dengan komprehensif tapi masih santai dan tidak terburu2. Sukses selalu bta45!


Matthew Sebastian <neozxa@gmail.com>

 

 

terimakasih bta45! Makasih kaka kaka kece pengajar yang mau ngajarin, mau jadi temen curhat buat sharing tentang dunia PTN. Sampai akhirnya aku lolos jalur undangan di PTN yang aku impikan :)

nik . ndiahning99@gmail.com

 

Kesan saya selama belajar di BTA45 adalah berat namun akhirnya dapat terbayar dengan hasilnya dapat masuk ke program studi STEI di ITB. Pada awalnya saya merasa cukup pesimis karena walaupun berada di kelas yang relatif tinggi, nilai tryout saya masih termasuk cukup rendah yaitu berkisar di angka 35-40. Lalu saya juga menjadi pesimis ketika harapan saya masuk melalui jalur SNMPTN gagal. Namun berkat bantuan guru-guru BTA45 saya merasa terbantu karena saya diberikan tips-tips cara mengerjakan tes masuk. Jumlah guru yang banyak dan juga kelas tambahan yang diadakan tiap hari pada masa intensif cukup membantu saya dalam memahami soal-soal latihan yang diberikan. Lalu soal BTA45 yang menurut saya termasuk cukup sulit juga membiasakan kita agar mendapatkan gambaran mengenai soal-soal yang ada di SBMPTN, sehingga menjadi lebih biasa. Secara umum saya merasa pilihan saya mengikuti bimbingan tes di BTA45 adalah pilihan yang tepat

 

Pesan :

Harus tetap berjuang walaupun peluang masuk ke PTN yang diinginkan menurut kalian kecil, karena dengan berusaha sesuatu yang terlihat tidak mungkin sedikit demi sedikit dapat kita raih.
Laurensius Mario Surya <mario.surya@gmail.com>

 

 

Terima kasih buat BTA45! Selama hampir 1 tahun udah bimbing aku buat lancar UN dan bisa keterima PTN yang aku inginkan. Fasilitas bagus dan kakak2 BTAnya juga baik2 semua. Pokoknya worth it!


Syarifah Balqis <syarifah.balqis8@gmail.com>

 

 

Halo BTA 45! Wah, seru banget sih belajar di BTA. Gak kerasa gitu waktunya dan gak jadi beban karena bareng sama teman-teman dan kakak-kakak yang seru juga. Kakak-kakaknya sabar pas ngajarin, suka ngasih fun facts yang bikin belajar menjadi suatu hal yang menyenangkan. Terus, tambahannya sans bisa kapan aja dan bisa request guru. Pokoknya sebaik dan sengebantu itu deh BTA dalam mewujudkan mimpi. Makasih BTA!


Ghina Ramadhanti ghinaaarc@yahoo.com

 

Belajar di BTA45 tuh bener-bener kondusif banget ditambah lagi pengajar-pengajarnya yang super jago dan super asik! Tips dan trik yang dikasih kakak2 pengajar juga sangat membantu dalam mengerjakan SBMPTN! Kelas tambahan yang dibuat per mata pelajaran juga bener2 membantu aku buat fokus terhadap bidang ilmu yang aku kurang paham dan mendalami ilmu yang aku sudah lumayan paham. Terima kasih BTA45, berkat kalian aku berhasil diterima di Akuntansi UGM lewat jalur SBMPTN:)

Maura Finessa maurafinessa@gmail.com

 

Terimakasih banyak BTA 45! Makasih kakak-kakak yang udah sabar ngajarin saya dan teman2 walaupun kami kadang2 ga ngerti juga apa yang diajarin hehe. Ga sia-sia deh ikut intensif tiap hari, ikut stand by class (hampir) tiap hari. Akhirnya saya lolos SBMPTN 2016 dan diterima di Arsitektur UB. -Muhammad Abi Ramadhan

Bimbim Ramadhan bimbim_ramadhan@yahoo.com

 

Saya lintang anjani swasthi, asal sekolah dari SMA ISLAM ALAZHAR 1, dan saya sekarang berkuliah di fakultas hukum, universitas jendral soedirman (unsoed), purwokerto. Belajar di bta sungguh menyenangkan, temen- temen yang solid dan kakak binglas yang baik- baik. Dan guru yang sabar membimbing kita sampaii menempuh ujian hingga ujian mandiri. Beberapa fasilitas yang diberi seperti klinik dan stand by eacher sangat membantu menambah pemahama tentang materi yang di ajarkan. Terima kasih bta telah membimbing saya sampai diterima di PTN


Asthi anjani <asthi.lintang02@gmail.com>

 

 

Terima kasih yaa BTA! Bimbel paling oke bgt niihh, sampe bela belain Condet-Tebet setiap hari karena BTA seenak ituu :") banyak bimbel yg  lebih deket dari rumah, tapi yg paling enak cuma BTA. Mulai dari cara guru guru ngajarnya, fasilitas kelasnya, terus kebebasan buat konsultasi, kakak-kakak yg asik, dan jajanan jajanan di deket BTA yg enak enak ( huhu kangen :( ) bikin BTA nggak ngeboseninn. Tiap kali lewat Tebet selalu terkenang bgt sm BTA dan momen momen perjuangan pas SBM dulu :") Berkat BTA juga akuu bisa lolos SIMAK dan dapet Matematika UI! yeayyy! salam buat ka misbah yaa kaka kaka


Yuna tqa <yuna.indonesia@gmail.com>

 

Thank you so much ya BTA 45 :)
Saya diterima di PTN impian saya dan lolos pilihan pertama. Gak sia-sia les tiap Selasa-Kamis dan tiap hari intensif utk SBMPTN. Worth it banget..
Big thanks khususnya buat kakak-kakak yang udah ngajarin selama setahun kemarin. Kalian ngajarnya asik banget, saya enjoy selama kelas dan ngerti materinya. BTA dabest deh :D


evangelita kasih <evangelita.kasih@gmail.com>

 

 

Terima kasih atas bimbingan dari BTA 45, sehingga saya dapat masuk PTN lewat jalur SBMPTN. Pembelajaran yang sangat baik,  tepat waktu, dan sesuai dengan topik atau materi SBMPTN.

Semoga lebih banyak lagi siswa BTA 45 yang di terima di PTN.

divaldigunawan divaldigunawan@yahoo.co.id

 

Bta sangat membantu saya menaklukan sbm, bta tidak memberikan ilmu dn soal soal saja tapi mengajarkan kita agar mempunyai mental saat ujian sbm berlangsung. Dari murid yang udh di brawijaya

 

 

 


Dandi Sidharta <dandi.altair@gmail.com>

 

 

Di bta tuh seru banget dari mulai pengajarnya sampe binglasnya. Pengajar-pengajarnya asik-asik sama punya pengalaman tentang ujian ptn tuh banyak banget terus bta tuh gapernah maksa kita buat belajar sekeras mungkin kayak ketat gitu. Bta selalu mengajarkan tentang kesadaran dari diri kita buat yang namanya belajar jadi semua itu udah pilihan kita, kita belajar bukan berdasarkan rasa terpaksa tapi atas berdasarkan dari dalam diri kita jadi pas ngejalaninnya tuh ikhlas. Sebetulnya mau dibimbel manapun kalo dari dalam diri kita ganiat dan nggak ada kesadaran untuk belajar tekun kesuksesan tuh bakalan susah buat digapai, jadi di bta ini aku belajar banyak hal bukan sekedar akademik aja tapi pengalaman-pengalaman dari kakak-kakak pengajar sama binglas itu jadi pelajaran yang besar banget buat nentuin pilihan aku kedepannya. Pokoknya makasih bta!! Sukses terusss!!

 

Ayu shafira rachmani -FKM UNDIP 2016


Ayu Shafira <shafiraayu13@gmail.com>

 

 

Terimakasih banyak BTA udah ngabantu aku belajar ditahun terakhir aku kelas 3 SMA. Dari mulai fokusnya buat UN sampe SBMPTN dan UM PTN, BTA udh banyak bgt ngebantu aku. Dark ikut jam belajar yang biasa aja sampe yg intensif pun aku ikutin terus dan alhamdulillah sekarang aku diterima di Ilmu Komunikasi UNDIP melalui jalur UM. 

- SARAH INDAH PUTRI -

Ilmu Komunikasi UNDIP 2016


sarah indah <sarahindahputri@gmail.com>

 

 

Harus banget BTA! Karena pembelajaran yang asik, mudah dimengerti, dan dapat disesuaikan dengan jadwal kita. Selain itu dengan BTA saya merasa terbantu menjalani rangkaian ujian di akhir masa sekolah. Dan bahkan materi yang diajarkan di BTA masih membantu saya dalam menjalani kegiatan perkuliahan semester awal saya.


Hadea Fielare Dinullah <hadeadinullah@gmail.com>

 

 

Selamat siang Admin BTA45,

 

BTA45 itu sangat sangat membantu apalagi buat aku yang pindah dari jurusan IPA ke jurusan IPS. Aku yang tadi gatau apa-apa soal geografi dan sosiologi, jadi tau dan bisa masuk ke jurusan yang aku mau:)


Natasha Aurora <natasha_aurora@rocketmail.com>

 

 

Thank you BTA! Nggak sia-sia setiap hari ikut intensif, jln dr  CP-tebet-CP-tebet! Terima kasih utk kakak2 binglas yg ngajarnya asik bgt dan soal2 TO yg luar biasaa.. THANK YOUU!!

Gloria Samosir <gloria.samosir17@gmail.com>