Please enable JS
img

Gak Lolos SNMPTN? It's Not The End Of Your World!


 12/04/2020 13:05


Gue inget banget, tahun 2015 dulu, jurusan yang paling gue idam-idamkan adalah jurusan Hubungan Internasional. Walaupun pada saat itu gue tau, HI adalah salah satu jurusan dengan perbandingan jumlah pesaing dan jumlah ketersediaan kuota yang berbanding terbalik; pesaing banyak tapi kuota mahasiswa baru yang sedikit. Sehingga, otomatis presentase kemungkinan masuk gue juga kecil banget, no any damn hope there, apalagi gue dari jurusan IPA. Bener-bener pengen ditabok rasanya, sotoy abis kan ngidamin jurusan IPS yang persaingannya ketat pula, sirna banget harapan Raisa :))

But you know what? Bahkan ketika tiba waktunya untuk daftar SNMPTN (jalur undangan), gue tetep daftar jurusan Hubungan Internasional di Universitas Indonesia. Karena memang gak ada sama sekali jurusan IPA selain Kedokteran yang buat gue tertarik. Tapi pada saat itu jurusan FK juga out of the picture for me, itulah alasan yang buat gue cari tau jurusan IPS dan tertarik untuk coba HI.

You ask why? Karena gue suka banget sama jurusan itu. Ketika daftar SNMPTN, gue serius cari informasi dulu untuk universitas dan jurusan yang tersedia di beberapa PTN. Cari tau akreditasinya, plus/minus nya, beberapa judul mata kuliahnya, prospek kerja, dan cari-cari tau pengalaman orang lain yang ambil jurusan tersebut melalui beberapa blog. I knew what I'm passionate about, I googled about it, and I go for it.

And how did it go, you ask? Tentu aja dear netizen yang budiman, gue gak diterima di jurusan HI UI tersebut hehe:) Jujur, dari awal gue daftar, udah ketebak ending kisah SNMPTN gue bakal seperti apa. Seumpama ketika lo nonton film romance yang lo suka di bioskop, dan ketika scene pertama mulai lo bahkan bisa nebak pemeran utama tuh bakal bahagia atau engga, atau udah tercium hawa-hawa film versi sinetron yang otomatis bikin mager karena lo keinget endless season of Cinta Fitri.


And how did I cope with that? Gue sadar, pilihan gue emang pilihan jalan buntu banget. But finally, gue belajar untuk nerima keadaan, dan tetap berjuang karena gue sadar masih banyak jalur masuk Universitas lainnya. Masih banyak Universitas selain PTN. Masih banyak jurusan keren lainnya. Masih banyak hal lainnya yang bisa diperjuangin. Masih banyak kesempatan gue untuk bisa ikut kuliah dan gue punya resources untuk belajar lebih: ikut bimbel, bisa konsul, dan sumber informasi tanpa batas yang bisa gampang gue akses. Hasilnya? Alhamdullilah gue keterima di jurusan Administrasi Negara UI melalui jalur SBMPTN. Jadi gue lebih harus banyak bersyukur atas semua kesempatan tersebut, daripada harus larut terlalu lama dalam kesedihan gagal lolos jalur undangan.


Untuk itu, gue yakin bahwa gak lolos SNMPTN memang bukan the end of your world. Percaya deh, serius. Jadi, berikut adalah 5 hal yang wajib menjadi pertimbangan ketika gagal lolos di jalur undangan: 


1. Masih ada beberapa jalur masuk PTN lainnya selain SNMPTN

Pada dasarnya--talking about PTN spesifically--ada beberapa jalur masuk lainnya selain SNMPTN yang bisa kalian ikuti, yaitu: Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dan Ujian Mandiri. Apa perbedaan diantara kedua hal tersebut?
  • SBMPTN/yang saat ini disebut sebagai UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer), adalah ujian serentak masuk perguruan tinggi negeri yang diadakan oleh Pemerintah. Melalui ujian UTBK, lo bisa daftar ke beberapa PTN dengan nilai dari ujian tersebut.
  • Ujian Mandiri, adalah ujian masuk universitas negeri yang masing-masing diadakan oleh tiap PTN tersebut. Untuk beberapa universitas yang sifatnya adalah berbadan hukum, maka diperbolehkan untuk menyelenggarakan Ujian Mandiri nya tersendiri.
Jadwal SNMPTN
                                           Gambar 1.1. Rangkuman Jadwal SNMPTN, & UTBK 2020

Dari informasi diatas, kita bisa tau bahwa selain SNMPTN, ada juga beberapa jalur masuk PTN lainnya yang bisa kalian tempuh. Intinya, quotes online yang suka bertebaran bilang bahwa "ada banyak jalan menuju Roma" itu ga bercanda memang. Asli!

Intinya, kalau kalian gagal di SNMPTN, bukan berarti semua jalan langsung tertutup. Selain itu, satu hal yang harus lo pahami bahwa pendaftar di jalur undangan itu banyak, cuy, banget, titik, gak pake koma. Don't blame yourself for not being good enough, karena pada dasarnya lo juga harus berpikir realistis melihat bahwa dengan jumlah pendaftar yang sebanyak itu, dan jumlah kursi yang sedikit, memang membutuhkan nilai ekstra untuk bisa lolos di jalur undangan. Nilai tersebut juga gak tiba-tiba terbentuk satu malem aja, tapi udah terproses dari tahun awal hingga akhir SMA. Yang jadi masalah, kalau lo sedih gak berujung, tapi sebenernya kalau dipikir-pikir juga nilai di SMA lo baru bagus di beberapa semester akhir. Neverthless, when faced with failure, you have to be brave and get up and get ready for another fight.


2. Research Jurusan Yang Diinginkan.

The reality is, gak sedikit gue tahu beberapa teman seangkatan gue yang pada saat pendaftaran PTN dulu--bahkan saat di detik terakhir pendaftaran--masih belum yakin tentang jurusan yang akan dia pilih. Gue juga yakin, bahkan mungkin ada beberapa dari kalian yang baca tulisan ini juga masih suka bertanya-tanya kayak, "Ini gue sebenernya masuk jurusan apa sih hehe", "mau ngapaain sih guaa disini hehe", "baru setaun rasanya kek udah satu dekade kuliah hehe", "ngomong apaan sih lu jes hehe,"

Hehe.

Ngaku dah. Yang pada ngerasa salah jurusan coba angkat tangan :)

Gini, jujur, gue lihat permasalahan semacam ini itu adalah hal klasik yang sering terjadi di tiap angkatan dari tahun ke tahun. Dan disini gue bukan maksud menggurui ke kalian--nope, definitely no. Tapi, gue rasa penting buat gue mengingatkan lagi ke teman-teman semua, bahwa mencari tahu informasi sebanyak mungkin tentang jurusan yang akan lo pilih kedepannya itu sangat penting.



Gambar 1.2. Setelah research jurusan: walaupun kuliah di jurusan Adm. Negara, 
gue tetep bisa relate ikut kegiatan sosial Peduli Desa FKM UI.



Logikanya gini. Lo bakal kuliah di jurusan itu 4 tahun kedepan, bahkan mungkin bisa lebih. Dan for your information, kuliah itu bukan mirip SMA yang selama lo ngerjain tugas dengan baik dan hadir terus dikelas, yaudah santuy pasti lulus. Karena di kuliah kita akan diasah kemampuan berpikir mandiri, gak serta merta semua tugas dikasih dalam bentuk pertanyaan konkret, karena gak jarang gue geleng-geleng kepala mikir "ini Dosen nanya paan dah?" yang ternyata melalui pertanyaan abstrak itu akan mengasah analisis pikir mahasiswa.


Secara garis besar, dalam dunia perkuliahan nanti lo akan dipertemukan dengan segala bentuk manusia dengan sifat dan latar belakang berbeda, karakter yang berbeda juga, serta tujuan masing-masing dalam perkuliah. Dan kelulursan bukan tanggung jawab Universitas, tapi ada di tangan kalian masing-masing. Being in College, your responsibility as a student is not taken for granted.


Karena rumitnya perkuliahan tersebut, ketahuilah jurusan yang akan kalian pilih dengan matang, karena hal itu yang nantinya harus lo jalanin selama 4 tahun kedepan. Melalui research jurusan ini juga lo bisa cari tau jurusan lainnya yang kira-kira menarik, dan bisa dijadikan pilihan untuk daftar melalui jalur SBMPTN/Ujian Mandiri. Walaupun kadang lo masih bingung dengan suatu jurusan, minimal lo udah cari tau informasi tentang jurusan itu. Jadi seenggaknya kalau nanti lolos, lo gak terlalu kaget dengan lingkup perkuliahannya. Jadi, research itu emang penting banget! It's best to do what you love, but more importantly: whatever else it is that you do, try to love it too.

3. Belajar & Atur Strategi.

Setelah research jalur masuk PTN lainnya dan jurusan yang kalian minati, langkah berikutnya itu adalah yang paling krusial dan gak kalang penting: pemantapan belajar dengan latihan soal dan mengatur strategi. 

Gini, gini, gue coba jelasin pelan-pelan.

Menurut gue belajar itu penting--banget--apalagi ketika kalian lagi ditengah-tengah perjuangan ujian masuk Universitas. Tapi inget: Study is important, but strategy is what makes it work. Pelajaran untuk ujian masuk Universitas itu ada beragam: mulai dari TPS (Tes Penalaran Skolastik), Test Kemampuan Saintek & Soshum, hingga ada juga dibutuhkan test kemampuan bahasa inggris dan lainnya jika kalian ingin masuk di beberapa jurusan dengan persyaratan tambahan. Jadi belajar itu penting, tapi harus ada strategi belajarnya juga, sehingga kalian punya sasaran dan tujuan yang konkrit.

Misalkan ada si Bunga yang nanya, "Ka! Gue mau masuk FK UI lewat jalur mandiri yang nantinya bisa ikut di kelas international deh! Tapi bahasa inggris gue pas-pasan, gimana?" 

Menjawab pertanyaan diatas, gue selalu coba respon dengan memotivasi tapi juga realistis. Gini, pertanyaan itu sebenarnya harus kita breakdown jadi 2 diskusi: strategi belajar masuk jurusan kedokteran + strategi untuk meningkatkan kemampuan bahasa inggris semaksimal mungkin sebelum Ujian dimulai. Kenapa gue jadiin 2 diskusi? Karena masuk jurusan kedokteran yang gak usah pake bahasa inggris aja susah, lah ini maemunah mau masuk FK Inter dengan adanya persyaratan TOEFL, dan yang kemungkinan besar bahasa pengantar perkuliahannya ada dengan Bahasa Inggris. Tepok jidat lah gua sambil ngunyah kuaci. Kalau dia cuman asal cuap dan gue asal jawab, apa gak kasian tuh pasien yang suatu hari nanti berobat ke si Maemunah? Kasian kan, anjir:( Coba lo pada jujur angkat tangan yang suka nanya pertanyaan kayak si maemunah ini:)


Gambar 1.3. Sekumpulan teman-teman di salah satu Bimbingan di Jakarta yang jadi tempat part-time gue :) 
Dengan mereka lo bisa konsul jurusan, konsul strategi belajar, dan hal2 lainnya terkait ujian PTN!:)

Intinya:
  • Mantapkan pembelajaran materi: Mantapkan kemampuan kalian dalam mengerjakan berbagai bentuk soal, dan pastikan kalian jangan hanya menghafal soal. Tapi juga konsep materinya secara matang.
  • Atur Strategi: Coba ketahui kelebihan kalian itu lebih ke pelajaran apa, dan pastikan kalian bisa maksimal mengerjakan soal di mata pelajaran itu. Atur waktu dalam mengerjakan soal, target belajar (misal: berapa lama harus selesai paham konsep, dll), waktu jam belajar, dll.
By the way--menanggapi informasi terbaru dari panitia penyelenggara tes masuk PTN (LMPT) terkait kebijakan pelaksanaan UTBK yang hanya dilakukan dengan ujian TPS saja dan dilaksanakan 1 kali, menurut gue hal ini harus coba kita lihat dari sisi positifnya dulu. Paling enggak, untuk UTBK 2020 ini kalian gak terlalu berat ujiannya, dan masih ada kemungkinan ujian masuk melalui jalur mandiri lainnya. Sehingga atur strategi belajar kalian yaa! Strategi terbaik bukan yang isinya belajar-belajar-belajar terus kok:) Atur juga waktu kalian untuk istirahat dan melakukan kegiatan lain.

Note: It takes a smart brain to remember all the lessons. But one has to be Intelligent by acknowledging their strength & weaknesses with the current situation, and uses it to form a strategy to win what they want.

4. Selain PTN, PTS bisa jadi pertimbangan.

We've all been there, dalam suatu situasi ketika segala harapan buat masuk PTN sepertinya memudar. Lo tau bahwa lo gak lolos di jalur undangan, tapi setelah coba realistis, sepertinya di waktu yang tersisa untuk mengejar belajar ujian masuk PTN melalui jalur UTBK & Ujian Mandiri gak memungkinkan. Semua harapan serasa hilang dan lo ngerasa jadi orang paling bodoh sedunia, yang gak bisa ngebanggain keinginan orangtua, dan gak sepinter temen-temen lo lainnya yang berhasil keterima di jurusan yang mereka inginkan.


Tapi gak, disini lo salah besar.

Alasan kenapa judul blog gue ini adalah "Gak lolos SNMPTN: It's Not The End of Your World", karena memang it really is not the end of the world kalau lo gak lolos menuju PTN--entah itu melalui jalur undangan, UTBK, ataupun jalur mandiri lainnya.

Kalau kita coba terbuka dengan segala kesempatan yang ada di sekitar kita, selain PTN, masih banyak juga beberapa Perguruan Tinggi Swasta lainnya dengan akreditasi yang gak kalah keren. Kalau boleh jujur--honestly, gak semua temen-temen gue yang dulu masih kuliah bareng di UI tuh sepinter itu. Bahkan gak jarang gue lihat temen yang kuliah di Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dan punya banyak tugas yang dia kerjain dengan serius, dan akhirnya terbukti setelah lulus dia langsung keterima kerja di perusahaan start-up terkemuka setelah magang 3 bulan. Intinya? What define you in University is yourself. Not the major, not the Uni--but you.


Memang jujur, kuliah di PTN punya beberapa kelebihannya tersendiri. Kesempatan untuk ikut lomba nasional & internasional yang lebih beragam, jaringan alumni yang kuat, kegiatan organisasi yang beragam juga, dan masih banyak lagi. Tapi bukan berarti di PTS lo gak akan menemukan keberagaman ini. Tentu aja lo pasti bisa! Kenapa? Karena segala keberagaman itu balik lagi ke individu masing-masing: apakah dia memanfaatkan segala kelebihan yang ada tersebut?

Gambar 1.4. Anniversary Komunitas Sosial Geraseri dengan mengundang 100 anak yatim. 
Di Komunitas ini gue gabung dengan banyak anak muda dari beragam Universitas di Jakarta. 
Intinya, kita muda dan berkarya!:)


So really, it all comes back to our own goal and purpose. Setelah lo lulus, lo mau menjadi orang yang memberikan dampak seperti apa? Hal ini yang akan menentukan tiap langkah lo kedepannya. Your University offer you the chances, but you're the one who decide to take the chances or not.



5. Minta Restu Orangtua.


Sesungguhnya, disamping segala usaha yang udah kita coba, tak lain dan tak bukan ada satu hal yang harus kudu wajib dilakuin: berdoa, dan minta restu orangtua. 

Gambar 1.5. Graduation 2019! Official penutup perkuliahan 
yang gak akan bisa gue laluin tanpa support keluarga <3

Perkuliahan itu menyenangkan, kadang gue kelewat seneng dan banyak main di kuliah, jadi pas lulus agak sedikit shock dengan tanggung jawab di keluarga yang sekarang harus langsung gue ambil alih. Seperti yang gue sampaikan sebelumnya, perkuliahan itu bukan tentang belajar di dalam kelas, tapi merupakan proses pembelajaran yang mendewasakan. Namanya aja udah Maha-siswa, ya kan?:)

Dan dalam perjuangan lo ketika menjalani ataupun baru perjuangan masuk PTN tersebut, restu orangtua adalah senjata ampuh yang memudahkan segala usaha. Bayangin, misal maemunah mau masuk jurusan FK Internasional tapi orang tuanya gak mengizinkan karena alasan biaya yang terlampau mahal dibandingkan jurusan FK reguler di PTN lainnya. Tapi Maemunah kekeuh mau jurusan FK Internasional, karena dia merasa yakin bisa lolos di FK kalau daftar di kelas Internasional. Nih mankannya kalau lagi konsul sama gue, tipe-tipe kayak Maemunah pasti gabakal gue asal langsung jawab. Berabe masalahnya. Maka dari itu gue akan breakdown satu-satu, bahkan sampai pada pertanyaan: "Sudah konsul ke orangtua kalau kamu ingin jurusan ini dengan jalur masuk tsb?"


Trus si Maemunah geleng-geleng. Trus disitu gue kesel.

Hehe gakdeng canda :)


Jadi gini. Memang betul bahwa nantinya perkuliahan adalah kalian yang menjalani. Tapi, alangkah baiknya jika orangtua turut kalian ajak berdiskusi tentang jurusan yang kalian inginkan. Kalau mereka tidak paham dengan keinginan kamu, maka jelaskan dari hasil research yang sudah kalian lakukan; jangan justru orangtua dibiarkan gak tahu apa-apa tentang jurusan pilihan kalian. Ingat, doa dan restu mereka itu adalah mantra paling ampuh supaya lo lancar menjalani segala rencana kedepan. Lagipula ketika lo di kuliah nanti ada masalah dan gak tau gimana cara menyelesaikannya, in the end, you parents is whom you will go back to right?




All in All...

Proses masuk Perguruan Tinggi Negeri memang adalah proses yang panjang dan rumit, gak jarang ada orang yang menyerah ditengah jalan sebelum dia mencoba semua kesempatan yang ada. Tapi gak jarang juga ada yang "bodo amat" dan gak ngebiarin satu kegagalan menjadi hasil akhir dari segala hal yang udah dia perjuangin. Setelah beribu purnama dan malam jumat yang lo laluin, gue yakin kalau kalian akan berhasil meraih hal yang kalian inginkan--as long as you really work hard for it!


Satu hal lainnya yang mau gue tekankan disini juga adalah, PTN ataupun PTS bukanlah concern yang utama. Salah satu hal lainnya yang bisa juga lo pertimbangkan adalah Gap Year Study, yaitu apabila memang belum jodoh lolos di PTN, maka lo punya pilihan untuk fokus belajar lagi selama 1 tahun menuju ujian masuk PTN pada tahun berikutnya. Karena pada dasarnya, daftar dan lolos/gaknya kita di Universitas itu hanya sebagian kecil dari seluruh perjalanan perkuliahan! Semua akan balik lagi ke individu masing-masing ketika udah di kampus nanti, dengan tantangan yang jauh lebih berat & beragam, yang mana nantinya hal tersebut akan menentukan langkah lo kedepannya ketika udah lulus. Jadi kuncinya adalaaah: tetap semangat dan jangan menyerah yaaa!:))


"What's limiting you between your reality and your dream is your own hardwork. How far you want something, and how hard you'll try to achieve it; it's all your decision. So be wise, as you're the one responsible for your own future." -Vitriana Jessica, once upon a rainy day.







Sumber: (maaf baru tgue taro sbg link hehe nnti direvisi ok!)

Berita Terpopuler

Kategori
  • Informasi Umum / 5
  • Penerimaan Siswa Baru / 2
  • / 1
  • Rubrik Ilham / 1
  • Informasi Siswa / 19

ALAMAT

Jl. Tebet Barat 8 No. 53 Tebet, Jakarta Selatan

HUBUNGI

021-8309364, 83796531

08111834545